tentang garis-garis

Apa yg kalian pikirkan kalo ada kata garis (-garis)?
Aku punya bbrp hal yg lewat di pikiran wkt ada kata itu.

Buku tulis? jelas lah ada garisnya. Dulu, pas SD, aku jg dapat materi menulis di buku halus-kasar. Tau mksdku? Buku halus-kasar itu buku tulis yg garisnya ga sama, ada yg jaraknya kecil, ada yg besar. Tujuan belajar materi ini sih katanya biar tulisan sambungnya rapi.

Orang srg menyiasati ukuran tubuhnya dgn baju corak bergaris. Bagi org2 yg kurus, lbh disarankan mengenakan baju corak garis yg horizontal. Sementara buat org2 yg ukuran tubuhnya agak ekstra (kyk aku ni), lbh disarankan make' baju yg garis vertikal.
Tp jgn sampe kamu slh pilih, kadang ada baju corak garis yg memberi efek flicker dan ini ga enak bgt buat diliat org2 di sekitar kamu.
Oya, dan aku suka bgt kalo ngliat laki2 yg pake baju bercorak garis;)

Kalo garisnya 1 artinya apa ya? Kalo garisnya 2? Kalo garisnya 1 artinya negatif sayang.., kalo 2 artinya positif;p Hahaha....., ini sih (sbaiknya) buat yg udah married;)

Ada yg punya hewan peliharaan ikan hias? Aku punya bbrp ekor. Wkt itu sempat punya bbrp ekor yg coraknya garis, tp kok dia nakal bgt ya? Suka ngejar2 ikan lainnya plus kadang nggigit temannya. Pas aku ke tempat jual ikan langgananku, aku tanya kenapa ikan ku yg jenis itu nakal skali? Ternyata mas si penjual blg kalo ikan corak garis emang perilakunya lbh agresif, intinya mmg nakal.
Dan akhirnya itu ikan aku pisahkan di aquarium yg lain.

Garis = dilarang masuk/melintas/lewat, iya kan?;)

Tv mu ada garisnya? Ups!!, pasti srg dipake buat maen video game. Garisnya biasanya melintang (a.k.a. horizontal), 'n mkn lama bakal makin banyak. Kalo km ga sgra berhenti make' dia buat ngegame, siap2 aj cari nmr kontak service tv.
Tp klo garisnya muncul krn srg km perlakukan dia dgn semena-mena, ini lain ceritanya.

that's all I can do

Aku, sudah melakukan semuanya untukmu, untuk merebut hatimu, untuk merebut cinta dan pikiranmu darinya. Aku tahu dia begitu membekas di seluruh hidupmu. Tapi apa lagi yang harus aku buat untuk menghapusnya dari sisa hidupmu? Walaupun dia jauh dan entah dimana, kau tetap saja menghadirkannya dalam hari-harimu, hari-hari yang belakangan ini kau jalani bersamaku. Sulit sekali melalui hari-hari ini. Apapun sudah kuberikan, tapi aku tahu aku hanya menghibur dan menipu diri sendiri saja karena aku tahu yang sebenarnya terjadi.
Tapi aku harus bagaimana lagi, bahkan itupun tak bisa membuatmu menjadi milikku selamanya. Aku tahu yang sebenarnya terjadi, aku yang membuatnya. Aku yang membuatnya, dengan sengaja. Dengan sengaja, dan tanpa sepengetahuan dan kesadaranmu.
Dan kesengajaanku itu pun tak berlangsung lama karena sesaat saja kau tak menyadarinya, dan sampai saat kau sadar kau pun pergi meninggalkanku, dan itu pun terjadi.

Hari-hari "bahagia" yang kujalani bersamamu sangat membuatku bahagia, saat itu. Tapi sekarang, tidak lagi.

Aku hidup mencarimu, kemana pun. Tapi aku tak menemukanmu. Dan meskipun aku tak menemukanmu, aku tahu kau sedang mencarinya. Lelah sudah mengejar seluruhmu; hati, pikiran, cinta mu. Hanya ini yang sanggup aku lakukan sekarang, menanggalkan waktu dan nafasku di dunia untuk kemudian menatapmu dengan penuh cinta dari ruang lain milikNya.
Hanya ini yang sanggup aku lakukan, sekarang dan selamanya di sisa hidupmu.
Menatapmu dari ruang lain milikNya...



(dedication for someone, even we don't know each other).

sisa-sisa pesta demokrasi

Pemilu dah selesai (dah lama kalee git!). *iya, tau..*
Skrg, tinggallah sisa2 Pemilu kmrn: partai yg "ga terima" krn persentase pemilihnya sedikit,
manuver partai2 yg merasa kalah, kerusakan/kerugian Gelora Bung Karno (yg pas musim kampanye kmrn laris manis utk tmpt kampanye akbar) yg diperkirakan nyampe Rp.9M,
penghitungan suara yg ricuh dsana-sini, target KPU yg meleset jauh (hrsnya sampai tgl 20 April kmrn perhitungan suara ditargetkan mencapai 80% suara, trnyata hanya tercapai 8% suara, *PR bsr ni!).

1 lg yg plg fenomenal 'n kyknya lg "ngetrend" pula, masalah calon legislator (caleg) yg pd stres -frustasi -depresi berat -bunuh diri -mati.
Nonton tayangan tv yg ngebahas ttg tingkah2 caleg ini: bunuh diri, masuk RSJ, ikut terapi penyembuhan stres, meminta kembali apa yg udah dia kasih ke org2 pas kampanye kmrn.
Gila aja! masa' dminta balik. Karpet musholla, buku tabungan yg udah ada saldonya 50rb, tv, material pembuatan pintu air 'n pembangunan masjid (nah loh.., gmn tu cb klo udah sempat dibangun? *bongkar!!).
Pdhl kalo kata org2 dulu ni, brg yg udah dikasih ga blh dminta lg, bs gondongan tau..! (hehe..., percaya ga percaya sih;)

So, yg srg jd pertanyaan aku ni tiap kali abis liat tayangan ttg caleg yg kyk gni: "Jd, apa ya yg mjd motivasi awal caleg2 itu utk bergabung di dewan?, kalo ternyata kehilangan di awal udah membuat mereka bertingkah aneh2 gitu".


Fiuuhhh....
Hidup Republik Indonesia!!!